>

tunggu sampai loading selesai

Ini Nih Kekuatan Militer Rusia Yang Ditakuti Dunia [VIDEO]

Ini Dia Kekuatan Militer Rusia Yang Ditakuti Dunia; VIDEO | MOSKOW, ARRAHMAHNEWS.COM – Pejabat Rusia menegaskan bahwa pasca masa-masa perang dingin, Angkatan Bersenjata Rusia tidak pernah sekuat hari ini.



Kantor berita Rusia Insider melaporkan Angkatan Militer Rusia memiliki lebih dari 750.000 pasukan tempur. Selain itu, Angkatan Udara Rusia menduduki peringkat ketiga dunia. Negara beruang putih itu juga memiliki tank lebih banyak dari negara-negara di dunia.

Salah satu pilar terbesar kekuatan Rusia adalah senjata nuklir dalam jumlah besar dan paling moderen. Senjata-senjata terbaru Rusia juga telah dilengkapi dengan rudal balistik. Rudal-rudal itu dirancang dapat menyeberangi sistem perisai rudal AS. Selain itu, sistem pertahanan rudal Rusia adalah di anatar yang terbaik di dunia.

Negara beruang putih memiliki pesawat tempur generasi terbaru, dan telah diuji coba kemampuannya terhadap kelompok-kelompok teroris di Suriah serta memaikan peran besar dalam perubahan peta perang di negara itu.

Di masa pemerintahan Putin, Rusia mengeluarkan biaya besar untuk modernisasi dan memperluas persenjataannya. Belanja pertahanan negara ini juga ikut merangkak naik. Namun, seiring dengan penurunan harga minyak pada tahun 2014, biaya pertahanan pun ikut mengalami penurunan.

Pada tahun 2016, biaya pertahanan Rusia turun 6% menjadi 41 milyar dolar, tapi Rusia tetap masih menjadi negara dengan biaya miiter terbesar di dunia. [ARN]

Leopard dan Abrams Amerika vs Armata Rusia

Mampukah Leopard dan Abrams Amerika Tandingi Armata Rusia? | Tank baru Rusia, T-14 Armata, akan menjadi pesaing berat yang sulit ditaklukkan M1A2 Abrams andalan Amerika dan Leopard 2 Jerman.

Armata tank Rusia
Armata tank
T-14 Armata Tank Rusia
T-14 Armata


Main Battle Tank generasi kelima buatan Uralvagonzavod Corporation dikombinasikan dengan perkembangan yang paling maju dalam desain dan konstruksi platform lapis baja berat. Kendaraan ini nanti akan muncul dengan berbagai varian. Selain tank tempur juga, kendaraan infanteri, kendaraan rekayasa tempur, kendaraan tempur dukungan tank dan platform artileri self-propelled. Bahkan Armata juga dirancang untuk digunakan sebagai pertahanan udara canggih dan sistem pertahanan senjata nuklir dan biologi-kimia.

Leopard 2A6 Tank Amerika
Leopard 2A6

T-14 tank tempur dilengkapi dengan menara yang dikendalikan dari jarak jauh yang dipersenjatai dengan meriam generasi baru 2A82-1M 125mm yang menawarkan akurasi lebih baik antara 15 sampai 20 persen dibandingkan dengan 2A46M canon yang disandang T-90. Senjata ini juga akan lebih baik dibandingkan meriam 120mm Leopard 2 A6 dalam kecepatan. Kabarnya, T-14 mungkin juga dipersenjatai dengan meriam 152mm yang dirancang khusus, meriam yang paling kuat yang belum pernah dimiliki tank tempur utama sebelumnya.

M1A2 Abrams A (Tank Amerika)
M1A2 Abrams A


Yang menakutkan juga menara lapis baja membawa senjata mesin 30mm yang mampu menetralisir target yang terbang rendah, seperti drone dan helikopter, sementara senapan mesin 12,7 mm dapat digunakan untuk menyerang musuh infanteri dan mencegat rudal anti-tank yang mendekat pada kecepatan hingga 3.000 meter per detik.

Baca Juga tentang Amerika VS Rusia:

Jika Perang Amerika Serikat vs Rusia Siapa Menang ?

Para desainer juga mengembangkan kapsul lapis baja multi-layer untuk kru Armata itu. Hal ini juga harus dicatat bahwa kendaraan serbaguna sepenuhnya terkomputerisasi.

Tentara Rusia dilaporkan akan menerima sekitar 2.300 T-14 tank tempur pada tahun 2020.
Tagged drone paling canggih, jet tempur siluman, kapal induk paling canggih, kapal perang paling canggih, kapal selam paling canggih, perang dingin, pesawat tempur paling canggih, robot tempur paling canggih, rudal paling canggih, rusia vs amerika, rusia vs nato, senjata paling canggih    

Pasukan Gerilya yang Dipimpin 5 Ahli Taktik perang yang diakui Dunia

5 Ahli Taktik Perang Gerilya Yang diakui Dunia | Vietnam baru saja kehilangan salah satu pahlawan perangnya, Jenderal Vo Nguyen Giap. Ratusan ribu orang mengantar kepergian Vo Nguyen Giap, sosok yang bertarung melawan kolonialisasi Prancis dan juga serangan Amerika Serikat ke Vietnam.

Pasukan Gerilya
Pasukan Gerilya

Vo Nguyen Giap juga dikenal sebagai salah satu master strategi perang gerilya. Dia orang memimpin pasukan Vietnam dalam serangan Dien Bien Phu dengan strategi gerilya.

Selain Vo Nguyen Giap, dunia mengenal banyak master perang gerilya. Salah satunya adalah jenderal kebanggaan Indonesia, Jenderal A. H. Nasution. Berikut ulasannya.

1. Jenderal AH Nasution

Jenderal Nasution dikenal sebagai ahli perang gerilya. Pengalamannya sebagai ahli perang gerilya datang setelah persetujuan Renville 17 Januari 1948. Saat itu pasukan Siliwangi hijrah ke Jawa Tengah. Nasution saat itu sebagai Wakil Panglima Besar Angkatan Perang. Tentara RI ketika itu memperkirakan Belanda akan mengulangi agresi militer I. Nasution pun menyusun konsep perlawanan rakyat semesta dengan inti perang gerilya.

Jendral Besar AH Nasution
Jendral Besar AH Nasution

Pada agresi militer II, Nasution diangkat sebagai Panglima Tentara di Jawa. Bermarkas di sebuah desa di Prambanan dan Kulonprogo, Nasution mengeluarkan berbagai instruksi pelaksanaan perang gerilya. Setelah menjadi KSAD, Nasution sempat dinonaktifkan akibat peristiwa 17 Oktober 1952. Nasution diaktifkan kembali pada 1955 dan berjuang melawan berbagai pemberontakan.

Jenderal Nasution dikenal sebagai pengarang buku produktif. Dia banyak menulis buku di antaranya 11 jilid buku Sekitar Perang Kemerdekaan Indonesia. Bukunya Pokok-Pokok Gerilya diterjemahkan ke berbagai bahasa asing. Konon, Vietcong belajar dari buku Nasution saat perang melawan Amerika Serikat di Vietnam.

Nasution juga menulis memoar berjudul Memenuhi Panggilan Tugas sebanyak 8 jilid. Nasution meninggal dunia pada 5 September 2000. Jenazahnya dimakamkan di TMP Kalibata.

2. Vo Nguyen Giap

Pemimpin militer terkemuka Vietnam, Jenderal Vo Nguyen Giap yang pasukannya bisa menundukkan Prancis di Dien Bien Phu, mengungkapkan sejumlah rahasia kekuatan pasukannya.

Pada akhir April 1975, pasukan Vietnam Utara berhasil membuat pasukan AS dan pasukan Vietnam Selatan bertekuk lutut. Peristiwa ini ditandai dengan simbol menyedihkan bagi Amerika ketika Dubes AS untuk Vietnam Selatan terbang dengan helikopter dari atap bangunan kedutaannya.

Vo Nguyen Giap
Vo Nguyen Giap

"Kami dipaksa untuk menghadapi imperialis agresif paling kuat dan kejam. Perang berlangsung selama lima pemerintahan dari lima presiden dan menghadapi kami dengan kekuatan tak setara," kata Vo.

"Tanpa memegang senjata, Vietnam bisa berdiri dan menghancurkan rantau perbudakan dan kemudian mengalahkan dua imperialis besar untuk membebaskan bangsa dan rakyat. Mari kita melihat kembali ke dalam ribuan tahun sejarah, mempelajari kebudayaan nasional serta tradisi serta warisan kemiliteran bangsa Vietnam, sekaligus kecenderungan revolusioner Vietnam."

Menurutnya kekuatan bangsa Vietnam terletak pada pengembangan falsafah kehidupan dan kebudayaannya dengan patriotisme pada intinya, (yang menghasilkan) keinginan tidak menyerah untuk berjuang. Kekuatan ini telah dimanfaatkan untuk mengatasi kekerasan alam dan agresi asing.

Jenderal Vo mencatatkan dirinya dalam sejarah kemiliteran Vietnam karena strategi-strategi militernya sangat cemerlang, seperti pengepung pasukan Prancis di Dien Bien Phu tahun 1954 dan Serangan Tet (Tet Offensive) terhadap AS di Vietnam Selatan tahun 1968. Strategi andalannya adalah perang gerilya.

3. Che Guevara

Ernesto Che Guevara lahir pada 14 Juni 1928. Dia lebih dikenal sebagai El Che atau Che. Dia seorang revolusioner, dokter, intelektual, pemimpin gerilya, diplomat, sekaligus ahli militer. Dia disukai dan dibenci banyak orang.

Che Guevara
Che Guevara

Che Guevara bisa berarti cinta atau benci. Bagi sebagian orang, nama ini sama dengan perjuangan kebebasan, namun buat yang lain berarti pembunuhan. Nama asli Che adalah Ernesto Lynch. Sewaktu muda Che dijuluki 'Chanco' (babi) karena jarang mandi, sehingga badannya bau. Dia berganti kaus oblong sekali saban pekan.

Che menulis buku Guerilla Warfare setelah revolusi Kuba. Buku itu diterbitkan pada 1961. Buku karangan Che menjadi panduan bagi gerilyawan di seluruh dunia. Banyak yang menyebut prinsip gerilya Che hampir mirip seperti isi buku Mao. Tapi Che mengaku tidak pernah membaca buku Mao.

4. Mao Zedong

Mao Zedong merupakan pemimpin Partai Komunis China. Dia menjadi Presiden Republik Rakyat China pada 1949. Pada masa dia berkuasa, rakyat China hidup di bawah tekanan tangan besinya.

Mao Zedong
Mao Zedong

Pada perang sipil di China melawan kubu nasionalis, Mao memunculkan strategi yang sering diadopsi banyak pihak sebagai strategi perang gerilya. Prinsip strategi perang Mao adalah, saat lawan maju, kami mundur. Saat musuh berkumpul, kami mengusik. Saat musuh lelah, kami menyerang. Saat musuh mundur, kami mengejar. Salah satu slogan yang marak digunakan sebagai perlambang strategi Mao adalah tarik lenganmu sebelum memukul. Dengan cara ini pukulan yang keluar akan lebih dahsyat.

5. Lawrence of Arabia

TE Lawrence atau Lawrence of Arabia adalah seorang petualang dari Inggris, ahli strategi militer. Dia juga menulis mahakarya "The Seven Pillars of Wisdom" (1927). Dia menggalang revolusi Arab dan memulai perlawanan terhadap Turki.

TE Lawrence
TE Lawrence

Dia berperan dalam membantu Arab kala berhadapan dengan Turki semasa Perang Dunia I.

Dia memperkenalkan teori taktik gerilya di sebuah artikel yang ditulisnya pada tahun 1938. Dalam artikelnya dia membandingkan pejuang gerilya dengan gas. Gerilyawan berjuang di daerah operasi secara acak. Mereka atau selnya menduduki tempat inti yang sangat kecil sementara molekul gas menempati tempat inti terkecil di wadahnya.

Gerilyawan dapat bergantung dengan kelompok untuk tujuan taktis tetapi posisi pimpinan tersebar. Pejuang seperti itu sangat sulit dikalahkan.

Perjuangan Lawrence difilmkan dalam "Lawrence of Arabia" dirilis pertama kali pada tahun 1962 dengan aktor Peter O''Toole sebagai pemeran tokoh sejarah itu. Film tersebut berhasil mendapatkan 7 Oscar termasuk film terbaik dan sutradara terbaik untuk David Lean.

Sumber : Merdeka

Militer Indonesia di Mata Dunia

Inilah Kekuatan Militer Indonesia Di Mata Dunia | Seperti Apa Sih, Kekuatan Militer Indonesia Di Mata Dunia ? - Jika kita bicara kekuatan militer suatu negara sob, pastinya masing-masing negara akan mengklaim bahwa pasukan militernya lah yang paling hebat, selain banyaknya faktor dan tolok ukur dalam menghitung kekuatan militer, bidang ini terkait dengan gengsi serta harkat martabat suatu bangsa untuk mempertahankan kedaulatanya.

Militer Indonesia di Mata Dunia
Militier Indonesia

Untuk itu, ketika kita ingin membahas dan tahu seperti apa kekuatan militer suatu negara terutama kekuatan militer Indonesia di mata dunia, kita harus melihat dari berbagai sudut pandang dan fakta-fakta yang ada terkait kekuatan militer negara kita. Selain itu, penilaian beberapa lembaga independen dapat menjadi acuan seperti apa dunia Internasional memandang dan menilai kekuatan militer kita dari masa ke masa.

Nah, kali ini semuainfo memberikan rangkuman informasi buat sobat semua, terkait tentang kekuatan militer Indonesia di mata dunia. Tentu saja dengan informasi ini, semuainfo berharap rasa cinta sobat terhadap bangsa dan negara semakin bertambah, mengingat prestasi militer kita yang sangat membanggakan dari masa ke masa sampai tahun 2016.

Militer Indonesia Terkuat Di Belahan Bumi Selatan

Tidak main-main, kekuatan militer Indonesia pernah tercatat sebagai kekuatan militer paling kuat dan disegani di wilayah belahan bumi selatan pada era 1960an, terutama angkatan udaranya (waktu itu AURI). Memiliki pesawat-pesawat jet tempur canggih pada masa itu, serta memiliki kapal perang besar raksasa lautan sekelas KRI Irian Jaya yang menggetarkan belanda untuk segera angkat kaki dari wilayah Papua barat.

Peralatan tempur canggih ini adalah hasil dari presiden Soekarno atas kedekatanya dengan Uni Soviet waktu itu, Amerika Serikat yang dicap sebagai negara adidaya pun sangat khawatir dengan perkembangan kekuatan militer Indonesia yang disokong secara besar-besaran oleh teknologi terbaru buatan Uni Soviet (sekarang Rusia).

Keakraban antara Pemerintah Indonesia dengan Uni Soviet membuahkan hasil, salah satunya yaitu kekuatan militer Indonesia mendapatkan bantuan yang tak tanggung-tanggung yakni sebesar US$ 2,5 Milyar dari angkatan laut dan udara termaju di dunia yaitu Uni Soviet.

Militer Indonesia Urutan No. 12 Di Dunia, No. 1 Di Asia Tenggara

Selain pernah menjadi kekuatan militer paling ditakuti di belahan bumi selatan pada era-nya, seiring perkembangan zaman memang persaingan militer sangat ketat. Indonesia dengan asas poitik luar negeri bebas aktif, perbaikan kekuatan militer memang bukan prioritas utama jika dibandingkan urusan-urusan mendesak lainya. Namun bukan berarti pemerintah Indonesia tidak menaruh perhatian pada kekuatan militer Indonesia.

Perbaikan dan modernisasi Alat Utama Sistem Persenjataan terus dilakukan dari masa ke masa pemerintahan Indonesia, tentu saja menyesuaikan kondisi ekonomi yang ada. Hingga pada saat ini, mengacu pada penilaian sebuah lembaga independent kekuatan militer indonesia pada tahun 2015 menjelma menjadi kekuatan militer ke. 12 dunia jauh meninggalkan urutan peringkat militer negara-negara lain di Asia Tenggara.

Militer Indonesia memiliki Prestasi Militer Membanggakan

Jika di atas adalah penilaian secara global, korps-korps militer Indonesia juga punya prestasi yang tidak kalah membanggakan di kancah dunia. Inilah yang membuat militer Indonesia semakin disegani dunia.

Beberapa prestasi membanggakan dari korps-korps militer Indonesia antara lain adalah :

1. Peringkat Ketiga Pasukan Elite Dunia

Penilaian ini datang dari Discovery Channel Military, menurut Discovery Channel Military edisi 2008, Kopassus berada di posisi tiga pasukan elite dunia karena ternyata mampu mengalahkan pasukan elite dari beberapa negara lain yang terlalu bergantung pada teknologi akurat, serba digital dan super canggih.

2. Peringkat Kedua Sukses Operasi Militer

Pada pertemuan Elite Forces di Wina, Austria. Kopassus meraih peringkat kedua dalam melakukan operasi militer stategis (intelijen, pergerakan, penyusupan, penindakan). Sementara itu, urutan pertama adalah pasukan elite Amerika Serikat Delta Force. Saat itu, 35 pasukan elite dari beberapa negara di dunia unjuk gigi dalam ajang tersebut.

3. Sebagai Mentor / Pelatih Militer di benua Afrika.

Militer Indonesia terutama korps elite (kopassus) sangat dikenal kehebatanya di Afrika karena terutama strategi perangnya, Setidaknya lebih dari 80% para Perwira Kopassus berpartisipasi dalam acara pelatihan militer di Afrika. Hingga akhirnya beberapa negara di Afrika Utara hingga Barat memiliki acuan teknik pembentukan dan pelatihan pasukan elite berkat tentara Indonesia.

4. Juara Umum Australian Army Skill at Arms Meeting (AASAM) 2014

Kopassus menyabet kejuaraan menembak internasional AASAM 2014 ke 67. Hasilnya, dari lomba ini TNI memperoleh 32 medali emas, 15 medali perak dan 20 perunggu dari anggota Angkatan Darat. Sedangkan, tuan rumah Australia berada di urutan kedua dengan perolehan 6 medali emas, 15 perak dan 20 perunggu.

Disusul Brunei Darussalam di urutan ketiga dengan 5 emas, 4 perak dan 1 perunggu. Dengan prestasi itu, Indonesia kembali mengukuhkan kemenangan untuk ketujuh kalinya secara berturut-turut sejak 2008 sampai 2014 lalu. Bayangkan kemenangan ini bersifat multlak dan hampir tidak terkalahkan lagi, mengingat kopassus sebagai langganan juara dan medali yang diperoleh jauh meninggalkan pesaing lainya.
Bahkan (jika tidak salah) sampai sempat keluar desas-desus senjata yang dipakai oleh kopassus diminta oleh peserta dari negara lain, agar diperiksa ulang oleh panitia karena kemenangan mutlak itu.

5. Juara Umum Brunei International Skill at Arms Meet (BISAM) 2015

Mempertahankan gelar kopassus sebagai penembak jitu terbaik dunia, pada tahun 2015 kopassus juga menyabet gelar juara umum di BISAM. Lomba tembak BISAM ke-11 yang diselenggarakan pada tanggal 15 Januari sampai dengan 2 Februari 2015 di Brunei Darussalam diikuti oleh 16 negara peserta yang terdiri dari Indonesia, Brunei Darussalam, Malaysia, Singapura, China, Oman, Australia, Vietnam, New Zealand, United Kingdom, United States Of America, Philipina, Laos, Thailand, Kamboja dan Pakistan.

Dalam lomba ini, Kontingen TNI menjadi juara umum dan memperoleh sebanyak 34 medali nomor individu serta kelompok. Pada nomor Individu, total medali yang diraih sebanyak 6 emas, 6 perak dan 4 perunggu. Sedangkan pada nomor kelompok, TNI meraih sejumlah 14 emas, 3 perak dan 1 perunggu.

Militer Indonesia 2020 - Bersiap menjadi Bangsa yang Kuat

1. Persiapan Militer Indonesia di Tahun 2020: 4 Tahun Lagi, Perang Beralih ke Asia Pasifik!?


“Belum ada negara ASEAN yang punya kemampuan seperti Indonesia.!” (Professor Ann Marie Murphy, peneliti senior di Weatherhead East Asia Institute, Columbia University)

Langkah pemerintah Amerika Serikat mengubah fokus mereka ke Asia akan semakin membebani Indonesia sebagai negara berpengaruh di ASEAN. Indonesia dituntut memainkan peranan pendorong dan penyeimbang berbagai konflik di Asia.

Hal ini disampaikan oleh Professor Ann Marie Murphy, peneliti senior di Weatherhead East Asia Institute, Columbia University.

Menurut Murphy, Indonesia akan memiliki peran penting dalam menyokong ASEAN dari belakang.

“Amerika Serikat menganggap Indonesia adalah perekat yang menjaga persatuan Asia Tenggara. Sejak zaman Soeharto memiliki kepentingan untuk menjaga stabilitas regional dan menjaga kesatuan antar negara Asia,” kata Murphy pada Forum Terbuka USINDO, Jakarta, 24 Juni 2013.

Keterlibatan AS di Asia yang mendukung negara-negara sekutunya akan membuat konflik semakin panas. Penambahan pasukan AS di Asia juga membuat ketegangan meningkat.

“AS menurunkan 60 persen kekuatan Angkatan Lautnya ke Asia. Sebanyak 500 tentara AL AS akan tugas bergilir di Darwin, totalnya akan berjumlah 2.500 tentara dalam beberapa tahun ke depan,”  jelas Murphy.

Adu kepentingan kemudian terjadi di tubuh ASEAN. Salah satu contohnya adalah dengan tidak tercapai komunike dalam KTT ASEAN tahun 2012 lalu.

Saat itu, Kamboja yang menjadi ketua ASEAN menolak komunike yang mendesak China menyelesaikan konflik perairan tersebut. Seperti telah diketahui bahwa Kamboja adalah salah satu sekutu China di Asia Tenggara. Dalam buntunya situasi ini, kata Murphy, Indonesia menunjukkan peran pentingnya. Peran Indonesia terpenting adalah menjembatani antara kepentingan China dan ASEAN dalam konflik Laut China Selatan.

“Menteri Luar Negeri Marty Natalegawa melakukan shuttle diplomacy,” jelas Murphy.

Kala itu, Natalegawa secara maraton mengunjungi negara-negara ASEAN untuk menyatukan suara.

“Berkat kerja keras Indonesia, ASEAN akhirnya satu suara dengan menelurkan beberapa poin kesepakatan soal Laut China Selatan. Hal ini membuktikan bahwa Indonesia masih punya pengaruh kendati tidak menjabat ketua ASEAN,” Murphy menegaskan.

Peran inilah yang diharapkan dapat dimainkan Indonesia saat AS masuk ke Asia. Murphy mengatakan, ketua-ketua ASEAN berikutnya belum bisa menyamai kepemimpinan Indonesia, terlebih di tengah adu kepentingan negara-negara besar di Asia.

“Kepemimpinan ASEAN berikutnya, yaitu Brunei, Laos dan Myanmar, masih perlu bantuan Indonesia. Mereka belum bisa menyatukan negara-negara yang adu kepentingan di Asia, seperti India, China dan Jepang. Ini bukan tugas yang mudah bagi Indonesia,” tegas Murphy. (sumber: Denny Armandhanu / vivanews)

AS Tempatkan Pasukan di Australia,  Indonesia Meradang

Sebanyak 200 pasukan Amerika Serikat telah tiba di Australia sejak April 2012 lalu sebagai gelombang pertama dari 2.500 pasukan yang direncanakan sampai tahun 2017 mendatang.

Personil awal sebanyak 200 pasukan marinir AS yang telah tiba langsung berlatih bersama militer Australia. Kedatangan pasukan AS ini disambut hangat oleh Menteri Pertahanan Australia Stephen Smith.

“Penempatan pasukan AS di Australia ini merupakan evolusi dari berbagai kegiatan dan pelatihan angkatan bersenjata kedua negara dalam kerja sama militer yang sudah dibuat sebelumnya,” jelas Smith.

Hal tersebut juga ditegaskan dan didukung oleh Perdana Menteri Australia Julia Gillard dan Menteri Utama Wilayah Utara Australia Paul Henderson.

Penempatan pasukan AS ini menjadi babak baru dalam 60 tahun kerja sama pertahanan antara Australia dengan AS. Rencananya AS akan menempatkan sebanyak 2.500 prajuritnya di Australia pada 2017 nanti.

Penempatan ribuan pasukan AS di Darwin ini menunjukkan pergeseran strategi global yang sangat signifikan. Terkait dengan penempatan ribuan pasukan AS ini, Smith menyatakan bahwa kemungkinan besar  AS akan menggunakan Pulau Cocos yang terpencil sebagai pangkalan militer AS.

Salah satu media Amerika Serikat Washington Post melaporkan bahwa rencananya militer AS akan menempatkan pesawat tempur berawak dan tidak berawak yang dikenal dengan nama Global Hawk.

Menanggapi pernyataan dan situasi tersebut, pemerintah Indonesia bereaksi dengan mengirim nota protes kepada Pemerintah Australia dan AS dan meminta penjelasan terkait rencana pembangunan pangkalan militer AS tersebut.

Juru Bicara Kementerian Pertahanan Indonesia Brigadir Jenderal Hartind Asrin berpendapat bahwa sebaiknya pemerintah Australia dan AS menjelaskan apa tujuan pembangunan pangkalan tersebut untuk menghindari kesalahpahaman.

“Secara prinsip Indonesia tidak memiliki wewenang untuk ikut campur dalam rencana mereka. Namun, kami meminta mereka menjelaskan tujuan menempatkan pesawat tak berawak dekat wilayah Indonesia,” ungkap Asrin seperti dikutip Reuters, pada bulan Maret 2012.

Dalam acara menyambut kedatangan tentara AS di Australia tersebut, tiga pejabat Australia, yaitu: Perdana Menteri Australia Julia Gillard, Menteri Pertahanan Australia Stephen Smith, dan Menteri Utama Wilayah Utara Australia Paul Henderson, juga menegaskan bahwa tidak akan pernah ada pangkalan militer AS di Australia.

Ternyata bukan hanya pemerintah Indonesia saja yang bereaksi, China juga merasa terganggu dengan rencana AS ini dan menilai hal ini sebagai upaya mengimbangi kekuatan dan pengaruh China di Asia-Pasifik.

China juga menuduh Australia dan AS memperkuat sekutunya dalam sengketa Laut China Selatan. Pasalnya, akhir-akhir ini China, Filipina, Vietnam, Malaysia, Brunei dan Taiwan saling berebut wilayah di Laut China Selatan yang diyakini mengandung persediaan minyak dan gas yang melimpah. (Bft/Deb/jaringnews)

Pangkalan AS di Darwin, China Kecam Australia

“Masa-masa persekutuan ‘Perang Dingin’ telah lama berakhir.”

China menunjukkan kejengkelan atas meningkatnya hubungan kerja sama pertahanan antara Australia dan Amerika Serikat, terutama setelah Negeri Paman Sam itu mengirimkan kontingen pertama dari total 2.500 tentara yang akan berbasis di Darwin sejak April 2012.

Kecaman itu dialamatkan kepada Menteri Luar Negeri Australia, Bob Carr, ketika tengah melakukan lawatan kenegaraan untuk kali pertama ke Beijing pada awal Mei 2012 lalu.

“Saya kira saya bisa meminjam kata-kata dari salah satu pejabat yang saya temui, dan saya yakin ia adalah sang menteri luar negeri: masa-masa persekutuan ‘Perang Dingin’ telah lama berakhir,” ujar Carr, yang menggantikan Kevin Rudd, seperti dicuplik dari laman BBC.

China merupakan mitra dagang utama Australia. Sekitar seperempat volume ekspor Negeri Kangguru itu diarahkan ke China.

Hanya saja, Australia memilih merekatkan kerja sama militer dengan Amerika Serikat, hal yang dikritik pengamat militer China, Song Xiaojun. Menurutnya, Australia tidak mungkin bisa sekaligus menjaga hubungan dengan China dan Amerika Serikat.

“Cepat atau lambat, Australia harus memilih siapa yang akan menjadi ‘godfather’ baginya. Semuanya bergantung dari seberapa kuat calonnya, dan seberapa strategis lingkungannya,” kata Song dari sumber The Telegraph.

Tak hanya memperkuat tali kerjasama dengan Australia, Amerika Serikat pun mempererat hubungan luar negerinya dengan beberapa negara Asia Tenggara. China menganggap strategi itu sebagai upaya ‘pengepungan.’

Menurut Carr, kehadiran AS di wilayah Asia-Pasifik dapat meningkatkan kestabilan di kawasan. Namun, ia menekankan pemerintah kedua negara menginginkan terwujudnya kerja sama militer yang lebih baik di masa mendatang.

“Kerja sama pertahanan adalah sebuah misi membangun kepercayaan. Semakin kita mengerti bagaimana mitra kita menerapkan pendekatannya atas masalah pertahanan, kemungkinan muncul kesalahpahaman akan kian kecil,” ujarnya. (adi/vivanews)

“Pergeseran kekuatan militer AS ke Asia Pasifik bukanlah hal sederhana. Bisa jadi, pada 8 tahun ke depan, “perang” perebutan sumber daya alam dan jalur perdagangan akan beralih ke kawasan ini. Indonesia harus menyiapkan diri untuk menghadapinya.” (Connie Rahakundini Bakrie, Pengamat Pertahanan dan Militer dari Universitas Indonesia)

Rencana Amerika Serikat (AS) menggeser 60 persen kekuatan militernya ke kawasan Asia Pasifik hingga tahun 2020 mendatang, membawa implikasi besar bagi kawasan ini, termasuk Indonesia.

Tahun 2020 itu tidak lama. Dalam 8 tahun ke depan, Indonesia sudah terkurung oleh pangkalan-pangkalan militer AS. Apakah kita sudah sepakat sebagai bangsa untuk menyadari dan memahami persepsi ancaman yang sebenarnya sedang dihadapi?

Menurut pengamat Pertahanan dan Militer dari Universitas Indonesia Connie Rahakundini Bakrie, dengan kondisi seperti ini, jelas sekali, tidak tersedia waktu banyak bagi elite kita untuk segera mereposisi arah kebijakan luar negeri dan pertahanan Indonesia yang lebih tegas, strategis dalam menyikapi perubahan konstalasi politik di kawasan.

Connie menilai, pergeseran kekuatan militer AS ke Asia Pasifik bukanlah hal sederhana. Bisa jadi, pada 8 tahun ke depan, “perang” perebutan sumber daya alam dan jalur perdagangan akan beralih ke kawasan ini.

Indonesia harus menyiapkan diri untuk menghadapinya. Berikut petikannya:


Bagaimana anda melihat dinamika perkembangan militer AS saat ini?


Kebanyakan dari kita, atau bangsa AS sendiri, tidak ingin mengakui, bahwa, AS telah mendominasi dunia melalui kekuasaan militernya. Dengan alasan kerahasiaan negara, warga AS sendiri sering tidak menyadari bahwa pendudukan pasukan-pasukan AS sesungguhnya telah mengepung planet bumi ini. Kecuali kawasan Antartika.

Mudah dan banyak cara dalam melacak jejaknya, seperti dengan menghitung seberapa banyak jumlah koloni milter yang ada di berbagai belahan dunia.

Pada Abad-20 ini, yang dimaksud dengan koloni bisa terjelma dalam berbagai gaya, salah satunya melalui pangkalan militer yang berada di negara lain. Dengan cara ini, kita bisa ikuti koloni yang terbentuk dan menyebar ke seantero dunia dan melahirkan “kekaisaran militer” AS.

Pada perspektif dinamika politik global, kita bisa menyimak bagaimana kekaisaran militer AS semakin tumbuh menuju wujudnya tahun 2020 nanti. Saat ini tengah berproses, sejak Presiden Goerge Walker Bush menetapkannya pada 14 Januari 2004 lalu.

Bisa digambarkan seperti apa ‘Kekaisaran Militer AS’ itu?


Salah satu cara memahaminya, dengan memahami jumlah dan ukuran dari aspirasi “kekaisaran militer”  AS tersebut. Lebih dari setengah juta tentara formal plus mata-mata yang terselimuti melalui jejaring lembaga donor, teknisi, guru, serta badan usaha sudah tersebar membentuk koloni di negara-negara lain.

Bukan hanya di darat, juga mendominasi lautan hingga samudera. Mereka membangun kekuatan Angkatan Laut yang hebat dengan mencantumkan nama-nama pahlawan mereka pada kapal induknya, seperti: Kitty Hawk, Constellation, Enterprise, John F. Kennedy, Nimitz, Dwight D. Eisenhower, Carl Vinson, Theodore Roosevelt, Abraham Lincoln, George Washington, John C. Stennis, Harry S. Truman, dan Ronald Reagan.

Selain itu, begitu banyak pangkalan rahasia dibangun dan difungsikan hanya sekedar untuk memonitor apa yang dikerjakan masyarakat dunia.

Mereka mampu memonitor apa yang isi percakapan,  surat menyurat baik lewat fax atau pun email antara satu sama lainnya, termasuk atas warga negara AS sendiri.

Di Okinawa, pulau paling selatan Jepang yang telah menjadi koloni militer AS selama 58 tahun,  terdapat 10 pangkalan korps marinir, termasuk korps marinir Futenma dan stasiun udara yang menduduki 1,186 Ha di pusat kota.

Selain itu, di Inggris terdapat senilai US$5 miliar instalasi miliiter dan mata-mata AS yang disamarkan sebagai pangkalan Royal Air Force.

Sebenarnya berapa jumlah pangkalan militer AS di luar negaranya?

Diyakini jumlah pangkalan militer AS di luar negaranya jumlahnya telah mencapai lebih dari 1,000 pangkalan di negara berbeda. Bahkan, Pentagon sekalipun mungkin tidak tahu secara pasti jumlah setiap penghuninya.

Data resmi dari Departement of Defence (DoD) pada laporan struktur tahun fiskal 2003 menyebut, Pentagon memiliki 702 pangkalan di luar negeri di 130 negara. Jumlah itu, belum termasuk 6.000 pangkalan di wilayah AS sendiri.

Pada pangkalannya di luar negeri, jumlah tentara AS yang tak berseragam mencapai 253,288 personel. Mereka  juga mempekerjakan 44,446 orang lainnya sebagai staff tambahan lokal yang disewa.

Pentagon mengklaim, pangkalannya mencakup 44,870 barracks, hangars, rumah sakit, dan bangunan lain yang dibeli atau disewa sebanyak lebih dari 4,844 bangunan.


Lantas bagaimana?

Gambaran itu membawa kita pada kesadaran bahwa sebenarnya hanya sedikit sekali ruang yang ditinggalkan di planet bumi ini yang tidak terisi oleh kekuatan militer AS. Dan ruang kosong itu, adalah kawasan kita, wilayah Indonesia terus menuju arah bawah melalui Samudera Hindia ke arah Antartika.

Bagaimana anda melihat kaitan kondisi ini dengan reformasi TNI?

Sejak reformasi 1998, pembangunan profesionalisme TNI masih menemui banyak hambatan. Tekad kuat TNI untuk menjadi militer profesional yang berfungsi sebagai alat pertahanan negara, tidak serta-merta bisa diwujudkan.

Memprofesionalkan militer, bagaimana pun juga menimbulkan konsekuensi yang harus dipenuhi oleh kedua pihak, yakni sipil dan militer itu sendiri.

Militer perlu dukungan sipil atas persoalan alokasi “anggaran” dalam rangka mengatasi berbagai ancaman yang timbul.

Yang perlu kita ingat, kabinet pemerintahan bisa saja silih berganti, tetapi road map pertahanan jangka panjang adalah sesuatu yang harus diisi dengan komitmen tinggi seluruh elemen bangsa untuk memenuhinya.

Apakah penyebab hambatan pembangunan profesionalisme TNI?

Bila kita realistis dan berpikir kritis, sampai hari ini, ketidaksepakatan di kalangan pemimpin sipil mengenai beberapa konsep kebijakan pertahanan keamanan negara menjadi penyebab inkonsistensi dan terhambatnya muncul regulasi yang diperlukan.

Persoalan bertambah kompleks, ketika munculnya wacana bahwa demokrasi dan militer adalah 2 hal yang tak dapat disatukan.

Disadari atau tidak, jika virus berpikir bahwa demokrasi dan militer adalah 2 hal yang tak dapat disatukan, dan sengaja disebarkan secara sistematis. Akhirnya akan membuat sipil semakin tidak memahami fungsi militer untuk kepentingan eksistensi negara.

Seolah-olah, militer tidak dibutuhkan lagi dalam negara berdemokrasi. Padahal, pembangunan demokrasi sebuah negara sangat butuh “pengawal”. Peran militer dalam menjaga demokratisasi di sebuah negara yang berdaulat, sangat penting.

Pandangan anda soal pertentangan militer dan demokrasi itu?

Militer dan demokrasi bukanlah sesuatu yang bertentangan. Lihat saja AS. Sebagai negara yang mengklaim paling berdemokrasi di muka bumi, faktanya memiliki militer yang paling kuat di dunia.

Bukan hanya di dalam negeri, tapi tumbuh berkembang, bak kecambah di musim hujan menjadi koloni-koloni di berbagai belahan bumi. Militer hadir sebagai komponen inti untuk menjaga kedaulatan negara.

Tak terbayangkan apa yang akan terjadi di masa datang jika Indonesia tidak segera memperkuat TNI untuk menghadapi “perang” perebutan sumber daya alam dan jalur perdagangan.

Ingat, Indonesia adalah jantung maritim Asia dan bisa menghindar dari dampak langsung dan tidak langsung serta harus dihadapi.

Mengapa militer AS bisa begitu mendominasi dunia?

Karena instalasi pangkalan militernya di luar negeri membawa keuntungan tak terkirakan untuk kemajuan industri usaha dan ekonomi sipil mereka. Mulai dari desain pembuatan senjata untuk angkatan bersenjata, pakaian untuk tentara berseragam dan pasukan tidak berseragam yang tercatat ada 253,288 personil berikut keluarganya yang belum termasuk didalamnya, stok makanan dan bisnis fasilitas liburan bagi tentara.

Hampir sebagian besar sektor ekonomi AS sebenarnya mengandalkan militer untuk target penjualannya.

Satu contoh kecil, misalnya terhadap pangkalan militer AS di Irak. Untuk pangkalan itu, DoD harus memesan extra ration of cruise missiles dan depleted-uranium armor-piercing tank shells.

Selain itu, DoD juga mengakuisisi sebanyak 273,000 botol sunblock yang dianggap sama pentingnya seperti rudal bagi para tentaranya disana.

Belum lagi DoD harus menyediakan biaya binatu, dapur, surat menyurat dan pengiriman barang, serta cleaning services yang telah dikontrak militer dari perusahaan swasta, juga menjadi bagian dari kegiatan membangun dan mengembangkan sektor ekonomi AS.

Diketahui, sepertiga dari dana US$ 30 miliar tambahan yang dianggarkan untuk perang Irak, habis untuk service layananan bagi kenyamanan tentara AS.

Dengan begitu, keberadaan mereka di front-front perang tampak sama seperti kehidupan di rumah ala Hollywood. Selain itu pengamanan juga dilakukan melalui sub-kontrak pada private military companies seperti Brown & Root, DynCorp, dan the Vinnell Corporation.

Artinya, AS memberikan tingkat kesejahteraan yang tinggi bagi prajurit militernya?

The Washington Post pernah mengkritisi kondisi yang terjadi di Fallujah, bagian barat Baghdad. Bagaimana pelayan-pelayan berkemeja putih bercelana hitam dan berdasi kupu-kupu bertugas setiap malamnya melayani makan malam untuk petugas dari 82nd Airborne Division.

Beberapa dari pangkalan ini, karena sangat luasnya, membutuhkan 9 trayek bus internal untuk tentara dan kontraktor sipil di dalam area berkawat tersebut.

Pangkalan Anaconda, kantor pusat divisi brigade ke-3 dan infanteri ke-4 yang bertugas menjadi ‘polisi’ sepanjang 1.500 mil persegi di wilayah Irak, ke Utara Bagdad, hingga Samarra, menempati area besar seluas 25 kilometer persegi dan penyediaan perumahan untuk sebanyak 20.000 pasukan.

Untuk keperluan spritual, misionaris bagi militer AS, mereka dilayani perusahaan penerbangan sendiri. Tentara AS juga dilayani perusahaan penerbangan dengan armada untuk penerbangan jarak jauh sehingga mampu menyambungkan langsung post dari Greenland hingga Australia.

Bagaimana dengan kita?

Wah, anda bisa bayangkan sendiri. Betapa jauhnya dengan cara kita memperlakukan personil militer. Untuk melaksanakan tugas negara  pun kadang harus berutang hanya sekadar untuk membeli obat nyamuk di warung setempat.

Atau harus terdampar di pulau terluar menjaga perbatasan dengan segala fasilitas yang sangat terbatas dan minim.

Asia Pasifik jadi target ekspansi AS selanjutnya, bagaimana anda melihatnya?

Perkembangan terkini kekaisaran militer AS, bisa disimak  dari pernyataan Menteri Pertahanan, Panetta yang menyatakan bahwa 60 persen kekuatan militer AS akan pindah ke kawasan Asia Pasifik mulai 2012 hingga 2020.

Reposisi pangkalan tersebut ada dibawah kendali dan tanggung jawab Andy Hoehn, Wakil Menhan AS untuk bidang strategi.

Hoen dan dan rekan-rekannya mengatur tahapan implementasi akan apa yang disebut Goerge Bush dulu sebagai strategi perang pencegahan terhadap “persatuan negara-negara merah dan orang-orang jahat”.

Negara-negara “persatuan orang-orang jahat” ini oleh AS telah diidentifikasikan sebagai “busur ketidakstabilan” yang tersebar dari mulai daerah Andes di Colombia terus ke arah Afrika Utara dan kemudian menyapu negeri negeri seberang Timur Tengah, hingga termasuk Filipina dan Indonesia.

Jadi, perang terhadap terorisme adalah sebagian kecil dari alasan untuk semua strategisasi militer AS di belahan dunia. Yang sebenarnya adalah untuk membangun cincin baru dari Pangkalan militer sepanjang khatulistiwa guna memperluas kekaisaran militer AS dalam mendominasi dunia.

Kebijakan pertahanan yang seperti apa, bagi Indonesia menyikapi kondisi ini?

Arah kebijakan pertahanan negara Indonesia saat ini telah berubah dari threat based planing ke capabilities based planning. Itu sudah ditetapkan. Soalnya kemudian, apakah kita sudah sepakat sebagai bangsa untuk memahami persepsi ancaman yang sebenarnya sedang dihadapi dalam waktu dekat, sebagai dampak tersebarnya 60 persen kekuatan militer AS ke kawasan ini.

Persis sama seperti saat Irak akan digempur melalui persiapan Operation of Enduring Freedom, dimana saat ini Indonesia sama juga “sudah terkurung” seperti Irak, oleh  pangkalan-pangkalan AS sejak titik di Diego Garcia, Christmas Island, Cocos Island, Darwin, Guam, Philippina, terus berputar hingga ke Malaysia, Singapore, Vietnam hingga kepulauan Andaman dan Nicobar beserta sejumlah tempat lainnya.

Dengan kondisi ini, jelas sekali, tidak tersedia waktu banyak bagi elite Indonesia untuk segera mereposisi arah kebijakan luar negeri dan pertahanan Indonesia yang lebih tegas, strategis dalam menyikapi perubahan konstalasi politik di kawasan.

Indonesia juga harus memperkuat TNI sebagai aktor pertahanan yang tugas utamanya adalah untuk melindungi segenap wilayah kedaulatan termasuk kekayaan dan kesejahteraan penduduknya.

Apa yang paling mendesak untuk dilakukan?

Persoalan yang paling mendesak dan menjadi kewajiban sipil adalah perumusan dan penyusunan landasan serta kerangka hukum yang mengatur peran dan posisi TNI dalam konteks tugasnya sebagai garda terdepan bangsa untuk menjalankan misi pertahanannya.

Kondisi hari ini, TNI terbentuk menjadi tentara yang ditekankan hanya pada kemampuan stabilisasi dan rekonstruksi, tetapi tidak sebagai tentara profesional yang memiliki kemampuan outward looking defences seperti bagaimana seharusnya.

Keberhasilan pembangunan landasan hukum ini, sebenarnya sangat terkait dengan visi politik dan visi transformasi militer untuk membangun kekuatan berdasarkan threat dan capabilities yang seharusnya dimiliki oleh kalangan sipil penentu kebijakan pertahanan.

Konstalasi politik keamanan kawasan telah berubah signifikan dan ancaman telah muncul mengikuti trend geopolitik yang berjalan. Kebijakan luar negeri Indonesia harus di re-shaping dalam cita-cita kita membangun keseimbangan regional yang merupakan tugas terbesar kita.

Semakin cepat terjawab, semakin baik.  Sehingga kita tahu TNI seperti apa yang harus dipersiapkan untuk mengantisipasinya.

Pendapat anda, apa yang paling penting dalam membangun profesionalitas TNI?

Hal yang terpenting bukan semata persoalan mana Alutsista yang perlu diganti dan mana yang masih layak pakai. Lebih dari itu, dalam membangun TNI yang profesional dan berwibawa di mata internasional, diperlukan sebuah grand strategy and design atas postur TNI. Postur TNI yang ideal untuk menghadapi segala bentuk ancaman yang segera akan terbentang di kawasan ini dalam 8 tahun mendatang.

Meski dengan kemampuan Indonesia saat ini, komposisi ideal sulit diwujudkan dalam kenyataan. Namun tanpa standar ideal, kita tidak akan pernah tahu kemana tujuan negara ini 100 atau 200 tahun yang akan datang. Bagaimana TNI yang kita cintai harus dibangun untuk itu.

Bagaimanapun juga, standar ideal sangat dibutuhkan sebagai panduan dalam mencapai cita-cita pembangunan akan postur TNI yang kuat, berwibawa, mumpuni dan profesional dalam menghadapi ancaman-ancaman atas kedaulatan kita sebagai bangsa yang kaya dan besar. (berbagai sumber)

Perspektif 2020 : 100 F-35 Australia dan Singapura Mengancam Indonesia?

Perspektif 2020 : 100 F-35 Australia dan Singapura Mengancam Indonesia?

Bulan April 2014 yang lalu, tetangga selatan Indonesia, Australia mengumumkan rencana pembelian 58 F-35 A Joint Strike Fighter buatan Lockheed Martin senilai $11.6 Miliar. Pesanan ini merupakan pesananan tahap kedua Australia dimana sebelumnya ditahun 2009, mereka juga sudah memesan 14 unit F-35 A JSF. Dengan kedua tahap pemesanan ini, maka Australia akan memiliki 72 F-35 A JSF yang diharapkan sudah full operasional pada tahun 2023.

Pesanan 72 unit F-35 A JSF Australia ini memang turun dibandingkan komitmen awal mereka untuk membeli 100 unit F-35 A. Penyebab turunnya jumlah pesanan Australia ini adalah karena harga akuisis F-35 A yang mengalami kenaikan dibandingkan yang diperkirakan sebelumnya.

72 unit F-35 A JSF pesanan Asutralia ini direncakana akan dilebur kedalam 3 Skuadron, dimana 2 skuadron akan bermarkas di RAAF Base Williamtown, New South Wales dan 1 skuadron di RAFF Base Tindal, Northern Territory. Sebagai tambahan, akan dibuatkan sebuah skuadron untuk keperluan training yang juga akan bermarkas di RAAF Base Williamtown.

Dimasa datang, Australia juga masih membuka peluang untuk mengakuisisi sampai dengan 100 unit F-35A. Sehingga Australia akan memiliki Skuadron F-35A ke empat yang direncakan akan di tempatkan di RAAF Base Amberley.

F-35 B Untuk Singapura Tinggal Menunggu Waktu

F-35B STOVL
F-35B Landing dan take oof dari USS Wasp LHD. Image Source : navylive.dodlive.mil

Tidak jauh berbeda dengan Australia, tetangga dekat Indonesia lainnya, Singapura juga sudah menunjukkan minat yang sangat besar untuk mengakusisi varian F-35 JSF. Walapun ketertarikan ini belum dilanjutkan dengan pemesanan, namun berbagai sumber berita menyebutkan bahwa Singapura sejak tahun 2011 sudah melakukan study terhadap F-35B (varian Short Take Off and Vertical Landing - STOVL) varian yang sama dengan Corps Marinir Amerika. Varian F-35B STOVL ini memungkinkan untuk Landing secara vertical sehingga tidak memerlukan landasan yang panjang.

Varian F-35B ini akan memberikan Singapura kemampuan baru dalam hal STOVL (Short Take Off and Vertical Landing). Sebagaimana kita ketahui bahwa Singapura adalah Negara yang sangat kecil secara wilayah geografis, dimana ujung timur dan ujung barat pulau terbesarnya saja hanya berjarak 42 Km dan 23 Km dari ujung utara ke ujung Selatan. Kondisi ini juga membuat Singapura hanya memiliki sedikit landasan udara untuk keperluan Militer mereka. Dengan adanya kemampuan STOVL dalam F-35B ini akan membuat Singapura memiliki banyak pilihan tempat untuk mendeploy armada F-35B mereka. Dan dibeberapa sumber disbutkan bahwa sebagaian jalan raya di Singapura sudah dibuat untuk mendukung adanya Take Off dan Landing pesawat tempur, seperti yang pernah di uji coba di Lim Chu Kang Road tahun 2008 lalu dimana F-16 landing dan take off dari jalan tersebut.

Factor lain yang mungkin membuat Singapura semakin optimis untuk memilih F-35B adalah kenyataan bahwa F-35B ini memungkin untuk Landing dan Take Off dari Kapal Induk dan Landing Helicopters Dock (LHD). F-35B ini sudah pernah sukses diuji coba untuk Take Off dan Vertical Landing di kapal perang USS Wasp jenis LHD (Landing Helicopters Dock). Kemampuan STOVL dari LHD ini akan memberikan Singapura untuk mengoperasikan F-35B dari LHD sehingga keterbatasan wilayah Geografis bisa diatasi.

Memang benar, belum ada kepastian kapan Singapura akan mengakuisis F-35B ini, namun beberapa sumber menyebutkan bahwa akusisi ini hanyalah menunggu waktu dan akan menjadi pengganti armada F-5 mereka.

Corps Marinir Amerika di Darwin Juga Memiliki F-35 B?

Beberapa tahun lalu, Amerika Serikat mengumumkan bahwa mereka akan menampatkan armada Corps Marinir mereka di Darwin Australia, yang sangat berdekatan dengan Indonesia. Saya sendiri sebagai penulis di AnalisisMiliter.com belum mengetahui secara pasti apakah Corps Marinir Amerika di Darwin, Australia akan dilengkapi dengan armada F-35B atau tidak. Namun dibeberapa sumber disebutkan bahwa Corps Marinir Amerika ini juga akan dilengkapi dengan F-35B dan pendukungnya.

Hal ini bisa saja terjadi mengingat konsern Amerika terhadap kebangkitan militer China dan Konflik Laut China Selatan yang semakin memanas, sehingga bukan tidak mungkin F-35B Corps Marinir Amerika akan bercokol ditetangga Indonesia, tepatnya di Darwin, Australia.

Tahun 2020-an, Indonesia Menghadapi Ratusan F-35

Dari penjelasan diatas sudah kita lihat bahwa sekitar tahun 2020an nanti, tetangga dekat Indonesia sudah akan mengoperasikan ratusan F-35. Keadaan ini akan membuat Indonesia dikelilingi ratusan Fighter generasi ke-5 milik Australia dan Singapura serta mungkin US Marinir Corps. Hal ini akan mebuat suka atau tidak suka, siap tidak siap, Indonesia sebagai Negara yang besar harus memperhitungkannya.

Indonesia yang saat ini, jauh tertinggal dari Singapura dan Australia dalam hal pertahan udara, akan semakin tertinggal jauh jika tidak segera melakukan sebuah pergerakan nyata untuk memperbaiki kelemahan pertahanan udara Indonesia dalam menghadapi ancaman nyata dari ratusan F-35 ini dimasa datang.

Lalu apa yang harus dilakukan Indonesia untuk menghadapi ancaman nyata ini? Saya sendiri kurang tau pasti apa langkah yang sudah dipersiapkan pemerintah Indonesia. Namun saya sangat berharap sekali pemerintah Indonesia dan pihak-pihak yang terlibat didalam mengambil arah kebijakan pertahanan Indonesia, tidak hanya berdiam diri dan menutup mata akan ancaman nyata ini.

Ada beberapa aspek yang menurut saya masih lemah dan harus diperbaiki dengan significan sebagai langkah untuk mengantisipasi ancaman ratusan F-35 di tahun 2020an ini, diantaranya adalah sebagai berikut :

1. Peningkatan Jumlah dan Kualitas Satuan Radar di Seluruh Wilayah Indonesia.
2. Akuisisi Kemampuan Airborne early warning and control (AEW&C) untuk mengawasi seluruh wilayah Udara Indonesia dari potensi Ancaman.
3. Integrasi ketiga matra (AD, AL, dan AU) dalam satu Network Centryc Warfare System
4. Akuisisi Surface to Air Missile (SAM) jarak menengah sekelas Aster-30 atau S-300 family.
5. Peningkatan jumlah dan kualitas Fighter di TNI AU

Saat ini, Satuan Radar Indonesia masih kurang sehingga dibutuhkan penambahan baik jumlah maupun kualitasnya. Hal ini karena masih banyak wilayah Indonesia yang belum terawasi oleh satuan radar Kohanudnas. Fakta lain adalah bahwa tetangga sebagai ancaman potensial memiliki kemampuan untuk mengganggu kenerja Satuan Radar Indonesia, sebut saja Australia dengan armada E/A-18 Growler mereka. Sehingga tidak hanya jumlah Satuan Radar saja yang perlu di tingkatkan, tetapi kualitasnya juga perlu ditingkatkan agar bisa mengatasi ancaman jammer lawan.

Untuk armada Airborne early warning and control (AEW&C), praktis saat ini Indonesia tidak memilikinya. Padahal adanya pesawat AEW&C ini akan memberikan dampak perkuatan pengawasan kedaulatan Udara Indonesia secara significan. Tanpada adanya armada AEW&C di Indonesia, akan sangat susah bagi Indonesia untuk bisa melawan Ratusan F-35 yang dilengkapi dengan banyak pesawat AEW&C di sisi Singapura dan Australia.

Akuisisi Surface to Air Missile (SAM) kelas menengah sekelai Aster-30 ataupun S-300 family akan memberikan dampak positif bagi Indonesia untuk memastikan bahwa pesawat sekelas F-35 sekalipun akan berpikir ulang untuk mengganggu kedaulatan udara Indonesia. Tanpa adanya SAM yang mumpuni, maka bisa disebutkan bahwa Indonesia ‘memberikan kesempatan’ bagi (calon) armada F-35 Singapura dan Australia untuk mengusik kedaulatan Indonesia.

Selain itu, penambahan armada fighter baru bagi Indonesia saat ini sangat penting sekali sebagai bentuk ‘antisipasi’ atas adanya ratusan F-35 di Singapura dan Australia di tahun 2020an nanti. Namun, dari perencanaan yang sudah disusun saat ini untuk penambahan kekuatan fighter di TNI AU, saya belum melihat sebuah langkah nyata yang ditujukan secara khusus untuk mengantisipasi kehadiran ratusan F-35 ini. Sebagai mana kita ketahui, rencana paling dekat ‘hanyalah’ penggantian satu Skuadron F-5 TNI AU, yang belum ada kepastian sampai saat ini. Selebihnya adalah project KFX/IFX bersama Korea Selatan yang diharapkan akan rampung di tahun 2023-2030 nanti.

Selain itu, menjelang 2020an ini, praktis belum terdengar rencana Pemerintah Indonesia untuk menambah Fighter baru untuk menjaga kedaulatan Indonesia. Memang ada desas desus yang belum bisa dipastikan kebenarannya, bahwa dalam MEF Renstra II (2015-2019) ini, Indonesia akan menambah beberapa skuadron Fighter baru. Juga ada desas desus bahwa Kohanudnas juga akan diberikan Fighter sendiri sehingga aka nada penambahan kekuatan udara Indonesia secara significant. Namun desas desus ini sama sekali belum bisa dipastikan kebenarannya, mengingat sebentar lagi Indonesia akan berganti pemerintahnya dan juga MEF Renstra II juga baru akan di mulai tahun 2015 nanti. Namun besar harapan kita bahwa Pemerintah Indonesia kedepan akan memperhatikan perkuatan Fighter Indonesia untuk mengantisipasi ancaman ratusan F-35 ini.

Satu hal lain yang sangat penting adalah fakta bahwa saat ini, ketiga Matra Indonesia baik Angkatan Darat, Angkatan Laut dan Angkatan Udara belum terintegrasi dalam satu Network Centryc Warfare System. Padahal integrasi ketiga matra ini akan sangat berperan agar setiap matra bisa mendukung satu dengan lain dengan mudah dalam menghadapi ancaman F-35 ini dan ancaman lainnya. Padalah Singapura dan Australia yang menjadi ancaman potensial Indonesia saat ini dan di masa datang, sudah memiliki system yang terintegasi antar semua matra perang mereka. Maka saat ini, mau tidak mau, suka atau tidak suka, Indonesia harus sudah melangkah secara nyata dalam hal Integrasi antar semua matra perang Indonesia.

Semua ini hanya harapan saya pribadi yang saya sangat harapkan dijalankan pemerintah Indonesia untuk menjamin Kedaulatan NKRI bisa tegak dan kita bisa menunjukkan kepada dunia, siapa Negara Kesatuan Republik Indonesia sebenarnya. Sudah saatnya Indonesia, berdiri dengan kepala tegak diwilayahnya sendiri. Salam, AnalisisMiliter.com

Militer Indonesia di Mata Israel

Militer Indonesia di Mata Israel

Pasukan Israel pernah Keder dan Takut sama Pasukan Indonesia di Lebanon

Pengiriman pasukan perdamaian yang dilakukan Indonesia sudah terjadi beberapa kali. Kali ini Indonesia mengirim pasukan Garuda XXIII ke Libanon. Mereka sudah bertugas hampir delapan bulan. Bagaimana kondisi mereka dan apa saja yang dilakukan, Markas Besar TNI mengajak Tempo dan beberapa wartawan lain menengok dari dekat kegiatan pasukan Baret Biru ke Libanon dua pekan lalu.

Sebuah insiden yang nyaris fatal terjadi di Syekh Abbad Tomb, sebuah tempat di perbukitan Libanon Selatan, awal bulan ini. Tempat tersebut berada dalam wilayah operasi Pasukan Garuda XXIII-A Indonesia, yang tergabung dalam United Nations Interim Force in Lebanon (UNIFIL). UNIFIL adalah pengemban misi perdamaian Perserikatan Bangsa-Bangsa di negara itu.

Suatu siang, tiga pemulung warga setempat tengah mengais besi rongsokan yang berserakan di tempat ini. Untuk memotong besi yang akan dijual kembali itu, sejumlah peralatan, seperti pemotong besi dan alat las, mereka tenteng.

Sayangnya, tempat mereka mengais barang rongsokan itu merupakan bekas daerah latihan militer Hizbullah. Di tempat tersebut memang banyak terdapat reruntuhan bunker yang dibangun Hizbullah, kelompok Islam Syiah yang kini berkuasa di Libanon, saat berperang melawan Israel. Sudah tentu tempat itu belum lepas dari "pengamatan" Israel meski PBB sudah turun tangan.

Rupanya ketiga pemulung ini tak sadar mereka tengah berada di daerah rawan. Gerak-gerik mereka langsung terdeteksi radar Israel. Apalagi mereka membawa sejumlah peralatan yang mungkin dianggap "mirip" senjata. Alhasil, hanya dalam hitungan menit, sebuah pesawat tempur angkatan bersenjata Israel (Israel Defense Forces) melintas di atas kepala mereka untuk "melakukan pengawasan".

Tempat tersebut memang tidak jauh dari pagar besi yang dililit kawat berduri setinggi 3-4 meter yang membentang sepanjang 121 kilometer. Pagar itu memisahkan Libanon dengan Israel, dua negara yang selama bertahun-tahun terlibat konflik bersenjata. Tempat ini diberi nama Syekh Abbad Tomb karena di sana terdapat makam (tomb) Syekh Abbad, seorang ulama besar pelopor gerakan Syiah.

Makam itu sampai sekarang "diperebutkan" dua negara tersebut karena Israel juga mengklaim makam tersebut "dihuni" Rabi Rav Ashi, tokoh suci Israel. Konflik tersebut membuat makan "dibelah" menjadi dua bagian. Nah, tepat di sebelah makam itulah berdiri "angkuh" pos pengamatan Israel yang dilengkapi sejumlah alat pendeteksi canggih.

Selain mengerahkan pesawat, satu kelompok tentara Israel--yang setiap saat berpatroli--langsung bersiaga di balik pagar. Senjata pun siap digunakan untuk menghadapi kemungkinan "ancaman" dari ketiga orang itu.

Beruntung bagi ketiga pemulung itu, Pasukan Garuda XXIII-A yang bertugas di pos 8-33 Syekh Abbad Tomb, yang bersebelahan dengan pos Israel, segera ambil langkah untuk mencegah insiden yang tak diinginkan.

Dua buah panser jenis VAB berwarna putih dengan lambang PBB langsung "dikerahkan" untuk menghalangi mereka dari kemungkinan ancaman kekerasan tentara Israel.

"Resolusi Dewan Keamanan PBB 1701 menyatakan, salah satu tugas UNIFIL adalah melindungi penduduk sipil dari ancaman kekerasan," ujar

perwira penerangan Kontingen Garuda XXIII-A, Mayor Muhammad Irawadi, kepada Tempo saat mengunjungi Libanon Selatan dua pekan lalu.

Ya, melindungi warga sipil. Itulah salah satu tugas utama Pasukan Garuda, yang telah lebih dari delapan bulan mengemban misi perdamaian di Libanon. Saat menjalankan tugas, berbagai risiko harus diambil. Terkadang "pagar badan" pun dibentuk agar warga sipil yang tak berdosa tidak menjadi korban.

by DIMAS ADITYO (BEIRUT, Libanon)

Ini Nih 10 Negara Dengan Tentara Terkuat di Dunia

Ini Nih 10 Negara Dengan Tentara Terkuat di Dunia | Un1x Pr0jecT | Tentara dianggap sebagai bagian penting dari keamanan suatu negara. Setiap tahun, sebagian besar anggaran dialokasikan untuk memerangi pertempuran. Maka dari itu, negara berinisiatif untuk memperkuat diri secara militer.

Jika kita mencoba untuk membandingkan tentara dari negara berbeda di dunia untuk mengukur negara-negara dengan tentara terkuat, tidak akan mungkin untuk melakukan hipotesis. Namun, tidak harus ada pertumpahan darah untuk mengetahui kekuatan militer dari negara-negara di dunia.

Penilaian ini bisa didasarkan pada gudang senjata yang mereka miliki, teknologi canggih yang diterapkan, pelatihan, kekuatan, banyaknya sekutu, ukuran tentara, anggaran yang dialokasikan dan lain-lain. Business Insider melakukan studi untuk peringkat kekuatan militer. Dan berikut hasilnya,

10 negara dengan tentara terkuat di dunia.


1. Tentara Amerika Serikat

Tentara Amerika Serikat

Amerika Serikat menghabiskan dana sekitar US$612.5 miliar di militer, melebihi anggaran sembilan negara gabungan. AS memiliki tentara yang sangat banyak, lebih dari 1,4 juta tentara dan 800 ribu tentara cadangan. Untuk melengkapi kekuatannya, AS memiliki tentara terlatih yang terdiri dari pria dan wanita dalam seragam. Keuntungan terbesar adalah, mereka telah menjadi pemimpin dunia dalam produksi pesawat dengan 19 armada kapal induk. AS menerapkan teknologi mutakhir seperti Navy's new rail gun dan memiliki 7.500 hulu ledak nuklir di perbatasan. Tidak heran, jika Amerika Serikat menjadi kekuatan militer nomor 1 sejak WW-II.

2. Tentara Rusia

Tentara Rusia

Anggaran pertahanan Rusia berkisar US$76.6 miliar dan diperkirakan akan meningkat 44 persen dalam tiga tahun ke depan. Bahkan, belanja militer Kremlin telah meningkat sepertiga sejak 2008, terutama karena Vladimir Putin memegang Rusia pada tahun 2000. Tentara Rusia telah menunjukkan pertumbuhan yang substansial sejak runtuhnya Uni Soviet dua dekade lalu. Rusia memiliki 766 ribu personel yang aktif di garis depan dan hampir 2,5 juta pada kekuatan cadangan, meskipun tentara mereka menerima pelatihan yang biasa-biasa saja. Mereka juga didukung dengan 15.500 tank, yang membuat Rusia memiliki kekuatan tank terbesar di dunia. Negara ini telah menjadi pemimpin dunia dengan hampir 8.500 hulu ledak nuklir yang aktif.

3. Tentara China

Tentara China

Anggaran pertahanan China berdiri di angka US$126 miliar dan tanpa henti berinvestasi besar-besaran dalam pertahanan, ada kemungkinan terjadi peningkatan anggaran sebesar 12,2 persen. Mereka memiliki tentara yang tangguh, dengan 2,285 personel yang aktif di garis depan dan 2,3 juta personel cadangan. China juga memiliki kekuatan darat terbesar di dunia, dengan memiliki hampir 25 ribu kendaraan darat dan memiliki 2800 pesawat lain di angkatan udara. China memiliki sekitar 300 senjata nuklir, ditambah 180 metode yang berbeda dari penyebaran mereka. Menurut informasi, China baru saja mengakuisisi pesawat F-35 baru dan terkenal karena berhasil mencuri teknologi militer yang sensitif.

4. Tentara India

Tentara India

India telah menempatkan populasi yang sangat besar untuk menggunakan dan membangun tentara yang cukup besar yaitu sebanyak 3,5 juta, termasuk 1,325 juta militer aktif. Jumlah militer India yang besar adalah salah satu alasan mengapa ia selalu berada di antara negara-negara dengan tentara terbaik di dunia. Kekuatan tentara India dilengkapi dengan hampir 16 ribu kendaraan darat yang meliputi 3.500 tank, 1.785 pesawat ditambah senjata nuklir. Rudal balistik yang dimiliki India mampu menghancurkan Pakistan dan China. Anggaran pertahanannya saat ini berkisar US$46 miliar, namun diperkirakan akan meningkat dalam rangka untuk memodernisasi kekuatan militer dan menjadi pemboros tertinggi ke-4 pada tahun 2020. India menjadi importir barang militer terbesar di dunia.

5. Tentara Inggris


Tentara Inggris
Anggota lain dari Uni Eropa ini, juga memiliki rencana untuk mengurangi jumlah angkatan bersenjata sebesar 20 persen antara tahun 2010 dan 2018 dan menerapkan pemotongan yang lebih kecil untuk Royal Navy dan RAF. Anggaran pertahanan Inggris saat ini sebesar US$54 miliar. Ia memiliki tentara hanya sekitar 205 ribu, bersama dengan angkatan udara kecil sebanyak 908 pesawat, dan angkatan laut yang juga kecil sebanyak 66 kapal. Namun, tentara Inggris masih menjadi salah satu tentara yang terkuat, dengan pelatihan unggul, 160 peralatan dan senjata nuklir yang menjadi kekuatan utama. Royal Navy berencana untuk menempatkan pelayanan HMS Ratu Elizabeth pada tahun 2020. Ini merupakan sebuah kapal induk yang direncanakan untuk membawa 40F-35B pejuang bersama di seluruh dunia.

6. Tentara Perancis

Tentara Perancis

Perancis merupakan negara yang mengikuti jejak Jerman, karena pada tahun 2013, ia mengambil keputusan untuk efektif membekukan belanja militernya dan mengurangi pekerjaan pertahanan sebesar 10 persen, untuk menghemat pembelian peralatan berteknologi maju. Anggaran militernya saat ini sekitar US$43 juta per tahun, yaitu 1,9 persen dari GDP, jauh di bawah target belanja yang ditetapkan oleh NATO. Mereka memiliki sekitar 220 ribu tentara dan biasa digabungkan dengan personel cadangan dan membentuk kekuatan militer sekitar 500 ribu personel. Perancis memiliki lebih dari 1000 pesawat bersama dengan 9.000 kendaraan darat.

7. Tentara Jerman

Tentara Jerman

Jerman menjadi salah satu dengan kekuatan ekonomi terkuat di dunia, karena menghabiskan sekitar US$45 juta setiap tahunnya, kondisi tentara Jerman tampaknya makin memburuk dalam beberapa tahun terakhir. Hal ini mungkin karena generasi yang lahir dan tumbuh di tahun 1950-1960-an sangat menentang perang dan kekejaman, serta takut dipukuli oleh negara lain yang memiliki tentara kuat, oleh sebab itu, orang Jerman masih enggan untuk bergabung menjadi tentara. Pad tahun 2011, wajib militer dihapuskan untuk mencegah Jerman berubah menjadi negara militer. Jerman hanya memiliki 183 ribu personel aktif di garis depan dan 145 ribu personel cadangan, ditambah 710 pesawat dan hampir 5000 persenjataan darat dari berbagai jenis.

8. Tentara Turki

Tentara Turki

Turki memutuskan untuk meningkatkan investasinya di pertahanan pada tahun 2015 sebesar 10 persen. Anggaran pertahanannya berkisar US$18,18 miliar. Jumlah tentaranya, termasuk pasukan reguler dan cadangan, berjumlah di atas 660 ribu. Turki memiliki hubungan diplomatik yang kuat dengan Amerika Serikat, dan aktif ambil bagian di seluruh dunia.

9. Tentara Korea Selatan

Tentara Korea Selatan

Korea Selatan berbagi perbatasan dengan Korea Utara yang memiliki tentara yang sangat kuat, hal ini menjadi ancaman konstan bagi Korea Selatan. Tetapi, hal ini tidak hanya menyangkut masalah serangan saja. Untuk memenuhi persenjataan China dan Jepang, Korea Selatan telah menaikkan anggaran pertahanan menjadi US$34 miliar. Ia memiliki tentara dalam jumlah besar, yaitu lebih dari 640 ribu personel aktif dan 2,9 juta personil cadangan, dan masuk peringkat ke-6 angkatan udara terbesar dengan 1.393 pesawat dan 166 kapal kecil. Negara ini memiliki sekitar 15 ribu senjata tanah, termasuk sistem roket dan 2.346 tank. Tentara Korea Selatan rutin berpartisipasi dalam latihan militer dengan Amerika Serikat.

10. Tentara Jepang

Tentara Jepang

Jepang merupakan tanah samurai, dan kekuatan militer Jepang terkenal di WW-II. Menariknya, dalam perjanjian damai pada akhir WW-II, mereka melarang negara-negaranya memiliki tentara. Menanggapi perselisihan yang tumbuh dan terus berkembang di China, Jepang mulai melakukan ekspansi militer. Untuk pertama kalinya dalam 40 tahun, Jepang menempatkan basis baru di pulau-pulau terluar. Mereka mengeluarkan anggaran belanja militer yang besar, pertama kalinya dalam 11 tahun, mereka menghabiskan US$49,1 miliar, dan masuk di peringkat 6 dunia. Mereka memiliki lebih dari 247 ribu personel aktif dan hampir 60 ribu personel cadangan. Dengan 1.595 pesawat dan masuk dalam daftar 5 angkatan udara terbesar. Tentara Jepang juga dilengkapi dengan 131 kapal perang. Selain itu, mereka memiliki hubungan militer yang kuat di Asia.

sumber: http://beritauniklucumenggemaskan.blogspot.co.id/2015/02/tentara-terkuat.html

60 Daftar Peringkat Militer Dunia Terbaru

Inilah Daftar Peringkat Kekuatan Militer Dunia tahun 2015/2016 yang munsypedia sajikan untuk kalian ketahui.

60 Daftar Rangking Peringkat Kekuatan Militer Seluruh Dunia terbaru lengkap. Kekuatan militer suatu negara adalah harga mati, karena kekuatan militer suatu negara yang menjadi ujung tonggak dalam menjaga kedaulatan negara. Maka dari itu, hampir semua negara diseluruh dunia dari belahan bumi utara hingga bumi selatan berlomba-lomba dalam membangun kekuatan militer baik dari sisi alutsista maupun personel.

Daftar Peringkat Militer Dunia Terbaru
Daftar Peringkat Militer Dunia Terbaru

sobat Munsypedia inilah daftar 60 negara-negara terkuat di dunia dari segi militer, bisa dikatakan ini adalah kekuatan militer yang mewakili bumi. Peringkat kekuatan militer dunia ini didasarkan penilaian lembaga independen militer yang kredibel yaitu GlobalFirePower.

Kekuatan militer suatu negara adalah harga mati, karena kekuatan militer suatu negara yang menjadi ujung tonggak dalam menjaga kedaulatan negara. Maka dari itu, hampir semua negara diseluruh dunia dari belahan bumi utara hingga bumi selatan berlomba-lomba dalam membangun kekuatan militer baik dari sisi alutsista maupun personel.
Perlu sobat ketahui berikut komponen - komponen sumber penilaian untuk melakukan ranking kekuatan militer suatu negara oleh GlobalFirePower adalah sebagai berikut:
  • Manpower (Personil)
  • Land System (Angkatan Darat)
  • Air Power (Kekuatan Udara)
  • Naval Power (Kekuatan Laut)
  • Resource (Sumber Daya Alam)
  • Logistical (Logistik)
  • Geographic (Geografi)
Dari hasil perbandingan dari berbagai poin di atas, GFP mengambil peringkat dengan menghitung GFP PowerIndex dari masing-masing negara dan sesuai data pada tahun 2015 inilah 60 daftar peringkat kekuatan militer dunia. Sobat pasti tidak sabar kan negara kita masuk nomor berapa? Silahkan simak sobat daftar kekuatan militer dunia 2015 dibawah ini :

60 Daftar Peringkat Militer Dunia Terbaru update : 18 Januari 2016

No
Country
Rank
GFP PowerIndex
1
1
0.1663
2
2
0.1865
3
China
3
0.2318
4
India
4
0.2698
5
Inggris
5
0.2747
6
Perancis
6
0.3065
7
Korea Selatan
7
0.3098
8
Jerman
8
0.3507
9
9
0.3841
10
Turkey
10
0.4339
11
Israel
11
0.4976
12
Indonesia
12
0.5238
13
Australia
13
0.5285
14
Kanada
14
0.5627
15
Taiwan
15
0.5673
16
Italia
16
0.5744
17
Pakistan
17
0.6131
18
Mesir
18
0.6214
19
Polandia
19
0.6696
20
Thailand
20
0.6837
21
Vietnam
21
0.7033
22
Brasil
22
0.7071
23
Iran
23
0.7614
24
Swedia
24
0.8075
25
Ukraina
25
0.8218
26
Singapura
26
0.8587
27
Aljazair
27
0.8705
28
Arab Saudi
28
0.8716
29
Republik Ceko
29
0.8748
30
Swiss
30
0.8942
31
Meksiko
31
0.9081
32
Afrika Selatan
32
0.9233
33
Norwegia
33
0.9333
34
Austria
34
0.9448
35
Malaysia
35
0.9621
36
Korea Utara
36
1.0232
37
Belanda
37
1.0283
38
Spanyol
38
1.0646
39
Denmark
39
1.0997
40
Filiphina
40
1.1085
41
Nigeria
41
1.1597
42
Suriah
42
1.1677
43
Chili
43
1.1724
44
Myanmar
44
1.1811
45
Belarusia
45
1.1917
46
Ethiopia
46
1.2009
47
Argentina
47
1.2375
48
Finlandia
48
1.2427
49
Moroko
49
1.2431
50
Uni Emirat Arab
50
1.2479
51
Peru
51
1.2698
52
Kolombia
52
1.2783
53
Bangladesh
53
1.2894
54
Uzbekistan
54
1.2996
55
Belgia
55
1.3258
56
Romania
56
1.3746
57
Portugal
57
1.4192
58
Tunisia
58
1.4449
59
Hungaria
59
1.4558
60
Yunani
60
1.4853

Bagaimana sob, sekarang sobat jadi tahu kan negara-negara mana saja yang memiliki kekuatan militer yang hebat dan tidak disangkanya ternyata negara tercinta masuk dalam urutan teratas, kekuatan militer Indonesia  urutan 12 di dunia. Semoga saja dengan pembaruan alutsista dan belanja militer yang cukup besar di tahun 2016 ini, peringkat militer indonesia di mata dunia bisa meningkat ya sob, kita tunggu saja di tahun depan.

sumber: http://www.semuainfo.net/2015/10/peringkat-kekuatan-militer-dunia-2015.html